Cloud Hosting Indonesia

Bali United, Napas Baru Sepakbola di Pulau Dewata

  • Bagikan
Pemain Bali United Ilija Spasojevic melakukan selebrasi gol. (Foto: www.baliutd.com)

Olahraga, Siberkaltim.id – Kehadiran Bali United sebagai tim yang berasal dari pulau dewata memberikan warna baru bagi masyarakat Bali. Terlebih dengan tidak adanya perwakilan tim asli Bali yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sebelumnya ada beberapa tim asli Bali yang hadir di kompetisi sepak bola Indonesia seperti Gelora Dewata. Salah satu tim yang pernah bermain di Divisi Utama pada era Galatama 1993/1994 dan sempat merasakan kompetisi Asia menghadapi Kuala Lumpur FA di tahun 1994/1995. Namun, pada akhirnya tim ini harus menerima diskualifikasi karena masalah administrasi.

Kemudian ada Bali Devata yang bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) pada tahun 2013 namun tidak bertahan lama. Lalu ada juga Persegi Gianyar yang menjadi tim terdahulu ber-homebase di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Tim ini juga sudah tidak ada kabarnya. Padahal, beberapa pemain hebat pernah singgah di tim ini, seperti Carlos De Mello yang pernah membawa juara Persebaya dan PSM di Liga Indonesia.

Ada juga Muhammad Ridwan yang saat itu baru pulang membela Timnas Indonesia di ajang Sea Games 2003. Bahkan, sang asisten pelatih kiper Bali United saat ini, Kadek Wardana pernah berseragam di tim ini. Sayang, ketika sudah tembus divisi utama, Persegi Gianyar tidak bertahan lama.

Dikutip dari situs resmi klub, Bali United hadir sejak 2015 membeli lisensi klub dari Persisam Putra Samarinda dengan membawa ekosistem dari 4C, yaitu Club, Community, Corporation, and Country. Manajemen yang sehat menjadikan tim ini menjelma menjadi tim yang kokoh di industri sepak bola Indonesia. Segala lini dikembangkan, dari pengembangan pemain muda, basis komunitas suporter yang mendukung kegiatan positif, dan keuangan yang sehat dengan menghadirkan beragam sponsor pendukung.

Pada tahun 2019 resmi menjadi tim sepak bola pertama di Indonesia yang melantai di bursa saham dengan kode “BOLA” dari naungan PT. Bali Bintang Sejahtera, Tbk. Bahkan pada tahun 2022 ini, sektor investasi digitalisasi dalam bentuk NFT tidak terlewatkan oleh Bali United. Tim ini menjadi yang pertama menghadirkan NFT yang bernama Baliverse.

Gelar juara Liga 1 2019 menjadi awal pembuktian kesuksesan sebuah tim yang dikelola dengan baik. Sempat terhentinya kompetisi di musim 2020 tidak menyurutkan semangat Serdadu Tridatu. Terbukti, tim asal pulau dewata ini kembali mempertahankan gelar juara di musim 2021/2022 sekaligus mengukir sejarah untuk pulau Bali.

Saat ini, manajemen sedang membangun Training Centre untuk pengembangan tim agar semakin lebih baik. Pusat sarana olahraga milik pribadi ini berlokasi di Pantai Purnama, Gianyar. Setelah melahirkan sejarah untuk Bali United, kini saatnya impian-impian lainnya harus terus dikembangkan, salah satunya menciptakan tim yang mampu bersaing di kompetisi Asia.

(Redaksi Siberkaltim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.