Cloud Hosting Indonesia

Bakar Rumah Walet Charles di Bentian, Rugi Rp 500 Juta

  • Bagikan

TANGKAP PELAKUNYA: Sudarmono (dua kanan) bersama anggota Polsek Bentian Besar sedang mengidentifikasi di lokasi kebakaran. Dua bangunan ini ludes terbakar, Minggu (1/1/2023) sekira pukul 21.53 Wita.

Siberkaltim.id – Pemilik rumah walet mengeluh semakin turunnya jumlah panen. Bahkan semakin murahnya harga jual sarang burung walet. Di tengah kondisi ini, justru memperburuk lantaran terbakarnya rumah walet, Minggu (1/1/2023) sekira pukul 21.53 wita. Pemilik rumah walet itu adalah Charles warga RT 003 Kampung Dilang Puti, Kecamatan Bentian Besar, Kutai Barat (Kubar).

Dua bangunan di KM 41 atau RT 6 Kampung Dilang Puti miliknya ludes terbakar. Yakni rumah walet 8×8 meter berlantai 3. Termasuk rumah pribadinya 8×26 meter yang selama ini ditempati Sudarmono alias Gondrong. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta.

Meski tidak menuduh namun dia menyebutkan, dari dua bangunan yang ludes terbakar itu, sekitar 2 kilometer ada bangunan atau barak milik salah satu perusahan sawit. Meski jauh tapi penghuni di barak itu selama ini menjadi lintasan  di depan dua bangunan yang terbakar tersebut.

Meski demikian, Charles menduga kebakaran ini ada pelakunya.

“Karena sehari sebelum terjadi kebakaran, ada pengakuan seorang wanita adalah kekasih Sudarmono menyebutkan mau pindah rumah, setelah tahun baru 2023. Alasannya, Sudarmono tidak tahan menempati rumah tersebut (Charles), karena ada teror,” ungkap Charles.

Namun disayangkan, kekasih Sudarmono tersebut tidak berani mengungkapkan siapa identitas pelaku teror tersebut.

SEBELUM TERBAKAR: Rumah walet (kiri) dan rumah milik Charles sebelum terbakar di KM 41 atau di RT 6 Kampung Dilang Puti, Kecamatan Bentian Besar.

Atas kejadian ini, ia sudah melaporkan kepada Polsek Bentian Besar, pada Senin (2/1/2023). Saat dimintai keterangan oleh anggota polisi, dirinya memaparkan kronologis kejadian di lapangan. Bahkan pihak polisi juga sudah melakukan identifikasi di lokasi kejadian.

“Saya berharap agar pelakunya bisa segera tertungkap. Karena saya merasa terpukul atas kejadian ini,” terangnya.

Karena tidak saja merugikan dua bangunan miliknya rata dengan tanah. Melainkan hilangnya penghasilan dari penjualan sarang walet yang selama ini membantu ekonominya bersama keluarga. (ton)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *