Cloud Hosting Indonesia

Kripto di Indonesia! MUI hingga Muhammadiyah Haramkan, Bappebti Legalkan

  • Bagikan
Bitcoin sebagai salah satu mata uang kripto yang banyak diburu.

Ekonomi dan Bisnis, Siberkaltim.id – Pemerintah Indonesia secara resmi mengizinkan perdagangan mata uang digital atau cryptocurrency di bursa berjangka. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengakui 229 cryptocurrency di tanah air, seperti Bitcoin, Ethereum, Tether, dan masih banyak lainnya.

Pengakuan ini dituangkan dalam Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 7 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Peraturan itu mulai berlaku pada 17 Desember 2020.

“Dengan terbitnya peraturan Bappebti (Perba) tersebut, diharapkan perdagangan fisik aset kripto di Indonesia mampu memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi masyarakat yang bertransaksi fisik aset kripto di Indonesia,” ujar Kepala Bappebti Sidharta Utama dalam keterangan resminya, Jumat (22/1/2021) dilansir CNBC Indonesia.

Keberadaan aset kripto di Indonesia tengah popular di berbagai kalangan. Sementara itu, tiga organisasi agama Islam di Indonesia telah memberikan fatwa bahwa cryptocurrency haram. Di antaranya, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Secara umum, fatwa dari ketiga lembaga tersebut berpendapat bahwa cryptocurrency sebagai komoditi atau aset digital tidak sah diperjualbelikan karena mengandung gharar, dharar, qimar dan tidak memenuhi syarat sil’ah secara syar’i, yaitu ada wujud fisik, memiliki nilai, diketahui jumlahnya secara pasti, hak milik, dan bisa diserahkan ke pembeli.

Adapun cryptocurrency sebagai komoditi atau aset yang memenuhi syarat sebagai sil’ah dan memiliki underlying serta memiliki manfaat yang jelas hukumnya sah untuk diperjualbelikan.

(Redaksi Siberkaltim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.