Cloud Hosting Indonesia

Guru Bantu Sosialisasikan Moderasi Beragama

Kepala Kantor Kemenag Kubar HM Syahrir (tengah) membuka kegiatan peningkatan kompetensi guru agama katolik di Hotel Monita, Melak Ulu. (Dok. Siberkaltim.id)

Kubar, Siberkaltim.id – Untuk meningkatkan mutu pengajaran pada anak didik, seorang guru dituntut memiliki wawasan tinggi serta kompetensi ilmu pendidikan agama yang baik.

Dalam hidup bermasyarakat setiap umat harus memahami istilah trilogi kerukunan. Rukun sesama umat beragama, rukun antar umat beragama serta rukun umat beragama dengan pemerintah. Bila pemahaman ketiga hal ini dipahami niscaya kedamaian dan ketenteraman akan dimiliki masyarakat. 

Hal ini dikatakan Kepada Kantor Kementerian Agama Kubar HM Syahrir saat membuka kegiatan peningkatan kompetensi Pendidikan agama Katolik pada pendidikan dasar di Hotel Monita, Kecamatan Melak belum lama ini.

Dia mengatakan, pentingnya nilai kerukunan beragama di tanamkan sejak usia dini. Terlebih kepada setiap guru agama berikan pengertian yang benar kepada anak didik, bahwa berbeda keyakinan itu hal biasa. Namun tetap menjunjung tinggi nilai kerukunan dan toleransi beragama.

Kerukunan merupakan modal dasar pembangunan, bila suatu daerah masih dilanda konflik kerukunan, mustahil daerah tersebut dapat melaksanakan program pembangunannya. Akibatnya masyarakat sendiri yang akan merasakannya.

Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan para guru agama Katolik mendapatkan nilai pembelajaran yang lebih baik lagi dari narasumber, sehingga mereka dapat menerapkannya pada anak didik dengan mudah dan benar.

Dua materi disampaikan pada kegiatan ini di antaranya Kebijakan Ditjen Bimas Katolik pada Pendidikan Agama Katolik oleh Agnes Ajeng, selaku narasumber dari Pembimas Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur.

Materi kedua, peserta kegiatan peserta membuat RPP 1 lembar dan video pembelajaran menggunakan microsoft office power point yang disampaikan I Ketut Suyatre, selaku narasumber dari SMAK Santo Yosef Sangatta, Kutai Timur.

Berdasarkan jadwal, kegiatan dilaksanakan selama 2 hari. Sementara jumlah peserta yang mengikuti sebanyak 30 guru agama Katolik tingkat sekolah dasar yang tersebar di beberapa wilayah di Kubar. Hal ini dikatakan Ketua Panitia kegiatan Hermin Sirenden, Kepala Seksi Bimas Katolik, kantor Kemenag Kubar.

(Redaksi Siberkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *