Cloud Hosting Indonesia

Seorang Pria di Grogot Tega Habisi Nyawa Kakak Kandungnya, karena Sering Dihina

  • Bagikan

Paser, Siberkaltim.id – Entah apa yang merasukinya, AW (39) tega membunuh saudari kandungnya sendiri R, di kediamannya di Jalan Gadjah Mada, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Jumat (24/9/2021) malam.

Informasi yang dihimpun media ini, motif pembunuhan saudara sedarah itu dilatarbelakangi sakit hati karena sering dihina oleh saudari perempuan yang merupakan kakak kandungnya.

Kepada wartawan, Kasat Reskrim Polres Paser, AKP Dedik Santoso menceritakan kronologis singkatnya. Sebelum membunuh kakak kandungnya, pelaku lebih dulu melempar handuk ke wajah korban. Kemudian mendorong hingga terjatuh, memiting leher dengan tangan kiri, dan menusuk dengan pisau, menghujam perut korban sebanyak 3 kali, punggung sebanyak 2 kali, kepala dan paha masing-masing 1 kali.

“Motifnya tersangka dendam dan sakit hati. Karena korban sering menghinanya dan orangtuanya,” ujar Kasat Reskrim.

Pembunuhan itu bermula, AW ingin bertemu hingga mendatangi R di rumahnya Jumat malam lalu, sekira pukul 20.30 Wita. Setelah bertemu, selang 10 menit kemudian, anak korban mendengar teriakan minta tolong.

“Setibanya di lantai dua, anaknya dan suami (korban) melihat korban sudah tersungkur dan berlumuran darah. Sedangkan pelaku langsung melarikan diri,” jelas Dedik.

Melihat R tersungkur dan berlumuran darah, anak korban langsung menghubungi pihak kepolisian dan berusaha mencari bantuan. Polisi pun tiba, langsung membawa korban ke RSUD Panglima Sebaya. Korban sempat dirawat dan mendapatkan penanganan serius.

“Hingga dokter menyatakan korban telah meninggal dunia dengan luka tujuh tusukan,” tutur mantan Kasat Reskrim Polres Berau itu.

Usai menghujam R hingga berujung kematian. Di hari yang sama, pelaku menyerahkan diri di Polres Paser, tepatnya pukul 21.00 Wita. Dihapan kepolisian, AW mengaku telah melakukan pembunuhan kepada kakak kandungnya.

Saat penyelidikan, pelaku mengaku sakit hati dengan korban. Karena ketika hendak meminta uang untuk 40 harian meninggalnya orangtua mereka.

“Malah mendapatkan omongan yang tidak mengenakkan. Di situlah pelaku tersinggung dan pulang,” jelasnya.

Bukan pulang ke rumah, pelaku justru membeli sebilah pisau dengan panjang 20 sentimeter. Ia berencana untuk menghabisi kakaknya. Penuh dendam, AW pun kembali mendatangi rumah R.

“Pelaku mengaku membekap korban dengan handuk dan langsung menikam berulang kal. Setelahnya langsung melarikan diri,” urai Dedik.

Dihadapan kepolisian, pelaku juga mengaku sempat ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak cairan pembunuh serangga. Hanya saja tidak terjadi apa-apa, ia selamat.

“Mungkin karena frustasi dan gagal bunuh diri, makanya menyerahkan diri ke polisi,” tandas Dedik.

Atas perbuatannya melakukan pembunuhan berencana, kini AW harus mendekam dalam jeruji besi. Ia dikenakan pasal 340 KUHP dengan kurungan penjara 20 tahun, maksimal seumur hidup.

(asa/redaksi siberkaltim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.