Cloud Hosting Indonesia

Lebih Dekat dengan Lusiana Ipin, Srikandi DPRD Kubar yang Sempat Tumbang di Senayan

  • Bagikan
Lusiana Ipin (kanan) bersama Veridiana Huraq Wang. (Lukman)

Siberkaltim.id – Tiada usaha yang mengkhianati hasil. Selagi kita mau berusaha, tak ada yang tidak mungkin bisa diraih di dunia ini, kata Lusiana Ipin. Melihat perjalanan panjang sosok srikandi yang merupakan ibu dua anak ini, menyimpan segudang kisah menarik untuk diulas Siberkaltim.id 

Lusiana Ipin namanya. Ialah satu di antara tiga srikandi yang berhasil masuk di jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kubar. Sebelum menjadi wakil rakyat, Lusiana Ipin pernah mengabdi sebagai pendidik. 

Ia tercatat menjadi guru honorer di Samarinda sampai tahun 2002. Kecintaannya pada organisasi, membuatnya tertarik masuk sebagai anggota partai politik. Adalah politisi senior, Veridiana Huraq Wang, yang menariknya sebagai kader banteng. 

“Sekitar tahun 2007, saya diajak bergabung oleh Ibu Veridiana,” kata istri Pilipus Tekwan itu. 

Ternyata apa yang dirasakannya selama tujuh tahun sebagai guru bahasa Inggris, sangat jauh berbeda dengan pengalaman berorganisasi. Meski punya bekal cukup kuat sebagai pendidik, di partai politik, Lusiana Ipin harus memulai dari bawah. 

“Dulu itu saya hanya sering disuruh beli gorengan di partai,” ujarnya sambil tersenyum. Meski berasal dari Kubar, ia memilih mengawali karir di Samarinda. 

Garis tangan Lusiana Ipin cukup baik. Buktinya, meski belum lama di partai, ia sudah dipercaya maju dalam pemilihan legislatif. Wanita yang dipercaya sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kubar hingga 2025 itu bukan maju di tingkat DPC, melainkan langsung ke tingkat nasional: DPR RI. 

Tapi sebagai pendatang baru yang belum banyak dikenal publik, Lusiana Ipin gagal bersaing di tingkat nasional. Ia kalah suara dari para politisi senior yang sudah matang dengan dukungan basis massa. 

Sejak setelah gagal menduduki kursi dewan di Senayan waktu itu, ia memilih memutuskan pulang ke kampung halaman di Kubar. Saat itu ia memperoleh suara terbanyak ketiga di partai, namun sebelumnya harus mengalah dengan Emir Moeis kala itu dengan suara partai terbanyak. 

Bagi Ipin keinginannya menjadi wakil rakyat kembali bergelora pada Pileg 2013 Kubar. “Akhirnya kepercayaan rakyat itu diberikan kepada saya di Kubar. Anehnya, saat itu perolehan suara saya kembali di peringkat ketiga partai. Sama dengan Pileg di DPR RI waktu itu. Namun beda hasil saja mas,” urai perempuan kelahiran Geleo Asa, 3 September 1972 itu kepada media ini. 

Dua periode jabatan sebagai Anggota DPRD Kubar sudah dibuktikan. Sebagai anggota DPRD, Lusiana Ipin bertugas mengawal pelaksanaan program Pemkab Kubar agar tepat sasaran dan tidak keluar jalur. 

Kesehariannya kini diisi dengan kegiatan menjaring aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya di rapat-rapat DPRD. Dengan sebuah usaha resto yang dimilikinya sekarang, ada hal mengejutkan yang disampaikannya saat itu dengan wartawan.

“Ini periode terakhir kedua saya mas di DPRD Kubar. Rencananya mau pamit, mohon doanya ya,” timpalnya. Dengan pernyataan yang tak tuntas itu, penulis pun kembali menggelitiknya. 

Usut-usut punya usut ternyata, Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini berniat melanjutkan jenjang karirnya menuju Karang Paci. Kesempatan Pileg 2024 mendatang menjadi targetnya untuk melenggang ke DPRD Provinsi, mewujudkan impian awalnya yang belum tuntas itu. (*) 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.